Selasa, 09 Oktober 2012

Pelukan Terakhir


Perlahan dengan rasa tak karuan
Kuputar memoriku dimasa lalu
Menyentuh dinding kelam abu-abu
Sejujurnya aku tak rela
Mengenang lara yang telah terkubur lama
Namun aku ingin bernostalgia sekaligus menggali makna


Tiga belas tahun silam
Kala dahaga cinta belum terluapkan
Dan ratap tangis belum mengalun sempurna
Ibu dijemput kembali ke tanah-Nya
Aku kalap, hancur, remuk dan tak ada lagi kata
Mengisyaratkan getir di sekujur raga juga jiwa


Sempat sebuah dekapan membalut erat
Namun tak bergegas kusadari
Karena kelemahan diri dalam kubangan debu tak bertuan
Aku dan kehangatan seorang Ibu yang memelukku mesra
Sebagai tanda akhir beradunya ikatan sanubari ku dengannya


Ternyata…,itulah pelukan terakhirku bersama Ibu
Dan kini kurindukan semua itu
Salahkah bila aku memohon pada Tuhan untuk dipertemukan
Walau dalam mimpi-mimpi gelap tidurku
Untuk sekedar berbincang dan memandang
Ampun Tuhan jika hasrat ini terdengar memaksa dan lantang
Sungguh aku tak bermaksud


Berat tuk terus bersenandung
Cukup disini kenangan yang bertahtakan muram
Kan kusimpan dalam album biru kehidupan
Beserta sisa beberapa keindahan


Aku hanyalah setitik yang kehilangan
Masih ada titik – titik lain yang lebih nestapa
Aku dan ibu hanya terpisah dimensi jarak juga waktu
Tapi tetap dapat mendekat melalui tengadah tangan yang merapat


Walau kadang terselip rindu tak terperi
Kutepis jauh agar hujan tak membasahi
Ibu adalah kisah terbingkai pasrah
Dan semoga aku, ibu dan ayah dapat berjumpa
Dalam keabadian hidup serta
Ridho Nya…..
Di keabadiaNYA……

Ini Kisah Ku , , ,

Pertama kalinya aku menginjakkan kaki ku di Kampus Biru Akademi kebidanan Muara Enim.
Ini pertama kalinya aku jauh dari keluarga dan rumah ku, awalnya aku ragu namun perlahan aku mampu melaluinya.
Dan kini aku memulai sebuah kisah yang tak akan pernah terlupa oleh ingatan ku.

Awal bertemu dengannya ( seseorang yang selalu bersamaku ), tak ku sangka menjadi seakrab ini. Pertama kali melihatnya banyak hal yang aku fikirkan, banyak fikiran buruk yang aku fikirkan tentangnya, aku kira Dia orang yang sombong, angkuh, egois dan sangat memilih untuk sebuah persahabatan.
Tapi sejauh ini, dan setelah waktu yang kami lalui bersama, aku sadar apa yang pernah aku bayangkan tentangnya adalah salah.

Dia telah memberikan goresan tinta warna warni di hari - hari ku,dia membuatku mengerti banyak hal dan berarti dalam hidup, dia indah dimata dan kalbu ku.
Banyak hal yang bisa aku peajari bersamanya, terutama belajar tentang arti dari sebuah ketulusan dan kesetiaan.



mana nich yang paling oke  , , , ,  ???  :)




Tak pernah terbayangkan oleh ku akan berada jauh darinya setelah kebersamaan yang selalu ku rasakan. Aku bingung untuk berkata - kata, kesedihan dan ketakutanku mulai melanda. Bagiku bersamanya adalah sesuatu yang berharga, dan yang membahagiakan ku saat ini dan takkan mungkin dapat terulang untuk ke-2 kalinya.
Aku berharap setelah kebersamaan ini, dan tiba waktunya untuk berpisah. Dia tak akan pernah lupa akan adanya aku yang pernah hadir dihari - harinya.

Tangis, tawa, amarah yang pernah ku lewati dengannya, , , ku harap akan menjadi sebuah kisah manis yang akan selalu dikenang olehnya.

Your so spesial...........
remains to be the most beautiful in my memory

PELAYANAN KB METODE OPERASI PADA PRIA ( MOP )


ELAYANAN KB
METODE OPERASI PADA PRIA ( MOP )
















Disusun Oleh :
Kelompok II
Kelas II.B
1. Gina Setya Anggraini 5. Kirana Amelia AKM
2. Iis Herawati 6. Lela Mentari
3. Ike Nurjannah 7. Liska Nurmalita
4. Indah Zikriani 8. Maya Gishella Wati

Dosen Pembimbing  : Umi Daimah, S.SiT

AKADEMI KEBIDANAN 
PEMERINTAH KABUPATEN MUARA ENIM 
TAHUN AKADEMIK 2010-2011

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, atas Berkat dan Rahmat-Nya jua sehingga makalah tentang “METODE OPERASI PADA PRIA ( MOP )” dapat di selesaikan dengan baik dan tepat waktu.
Makalah ini merupakan tugas mata kuliah Akeb V. Dimana judul yang kami bahas ini sangatlah bermanfaat untuk masyarakat luas, karena sangat membantu dalam proses keluarga berencana nantinya.
Di dalam makalah ini, kami menyadari bahwa masih banyak kekurangan yang ada. Maka dari itu, mohon saran dan kritik yang bersifat membangun dalam penyempurnaan makalah ini.
Terakhir saya mengucapkan terima kasih kepada ibu Umi Daimah sebagai dosen pembimbing dalam pembuatan makalah ini. Semoga makalah ini bermanfaat bagi para pembaca.


Muara Enim,  05 April 2012



Penulis,


Daftar Isi

Cover i
Kata pengantar ii
Daftar Isi iii

Bab I. Pendahuluan 1
1.1 Latar belakang 1
1.2 Rumusan masalah 1
1.3 Tujuan 1
1.4 Manfaat 2

Bab II. Pembahasan 3
2.1 Pengertian MOP 3
2.2 Keuntungan dan Kelebihan MOP 3
2.3 Efek samping MOP 4
2.4 Cara pemasangan MOP 5
2.5 Perawatan MOP 5

Bab III. Penutup 7
3.1 Kesimpulan 7
3.2 Saran 7
Daftar Pustaka 8



BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Program nasional Keluarga Berencana (Birth Control) telah berjalan dengan baik dan berhasil menekan laju pertumbuhan penduduk beberapa persen setiap tahun. Keberhasilan ini sangat menunjang program pembangunan nasional, yang sedang menuju kepada terciptanya keadilan dan kemakmuran yang merata dalam masyarakat. Sebagai bagian mayoritas penduduk Indonesia, umat Islamlah yang paling banyak disentuh oleh gerakan program nasional Keluarga Berencana (KB). Karena itu diperlukan penjelasan tericinci tentang tinjauan hukum Islam terhadap pelaksanaan KB.
Dalam pelaksanaan program nasional Keluarga Berencana telah diperkenalkan kepada masyarakat  beberapa alat kontrasepsi yang dapat digunakan oleh suami-isteri untuk menyukseskan program tersebut. Misalnya pil, kondom, susuk, IUD dan sterilisasi (vasektomi dan tubektomi). Dari segi etika, hampir setiap alat kontrasepsi tersebut dibenarkan oleh Islam, kecuali IUD (spiral). IUD sebagai alat kontrasepsi yang dipasang pada rahim wanita memerlukan metode tertentu agar tidak melanggar etika Islam. Penggunaan IUD dapat dibenarkan jika pemasangan dan pengontrolannya dilakukan oleh tenaga medis wanita, atau jika terpaksa dapat dilkukan oleh tenaga medis laki-laki dengan disampingi oleh oleh suami atau wanita lain.


1.2 Rumusan Masalah
Apa yang dimaksud dengan MOP  ?
Apa kelebihan dan kekurangan dari MOP ?
Apa efek samping dari MOP ?
Bagaimana cara pemasangan MOP ?



1.3 Tujuan
Mengetahui alat kontrasepsi MOP
Mengetahui cara kerja kontrasepsi MOP
Mengetahui kelebihan dan kekurangan MOP
Mengetahui cara penggunaan MOP

1.4 Manfaat
Menambah wawasan tentang kontrasepsi MOP
Supaya tahu cara kerja kontrasepsi MOP
Dapat mengetahui cara penggunaan MOP
Dapat mengetahui keuntungan dan kelebihan dari MOP

BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian MOP
Sterilisasi ialah memandulkan lelaki atau wanita dengan jalan operasi (pada umumnya) agar tidak dapat menghasilkaan keturunan. Sterilisasi pada lelaki disebut vasektomi atau vas ligation. Vasektomi ialah usaha untuk mengikat (memotong) saluran sperma, sehingga sel mani laki-laki tidak dapat berfungsi. Caranya ialah memotong saluran mani (vas deverens) kemudian kedua ujungnya diikat, sehingga sel sperma tidak dapat mengalir keluar penis (uretra). Sterilisasi lelaki termasuk operasi ringan, tidak memerlukan perawatan di rumah sakit dan tidak menggagu kehidupan seksual. Lelaki tidak kehilangan sifat kelelakiannya karena operasi. Nafsu seks dan potensi lelaki tetap dan waktu melakukan koitus, terjadi pula ejakulasi, tetapi yang terpencar hanya semacam lender yang tidak mengadung sel sperema.
Lelaki yang disterilisasi itu testisnya (buah zakar) masih tetap berfungsi, sehingga lelaki masih mempunyai semua hormon yang diperlukan. Juga kepuasan seks tetap sebagaimana biasa. Demikian pula kelenjer-kelenjer yang membuat cairan putih tidak berubah, sehingga pada waktu puncak kenikamatan seks (orgasme), cairan putih masih keluar dari penis.

2.2 Keuntungan dan Kelebihan MOP
Yang dapat menjalani Vasektomi (MOP) ialah laki-laki subur sudah punya anak cukup (2 anak) dan istri beresiko tinggi.
Yang sebaiknya tidak menjalani Vasektomi (MOP)
Infeksi kulit atau jamur di daerah kemaluan
Menderita kencing manis
Hidrokel atau varikokel yang besar
Hernia inguinalis
Anemia berat, ganguan pembekuan darah atau sedang menggunakan antikoagulansia
Keuntungan Vasektomi (MOP) :
Sangat efektif dan “permanen”
Tidak ada efek samping dalam jangka panjang
Dapat mencegah kehamilan lebih dari 99%
Tidak menggangu hubungan seksual
Tindakan bedah yang aman dan sederhana
Kerugian Vasektomi (MOP) :
Tidak dapat dilakukan pada orang yang masih ingin memiliki anak
Harus ada tindakan pembedashan minor.

2.3 Efek samping MOP
Indikasi Vasektomi :
Pada dasarnya indikasi ini untuk melakukan vasektomi ialah bahwa pasangan suami istri tidak menghendaki kehamilan lagi dan pihak suami bersedia bahwa tindakan kontrasepsi dilakukan pada dirinya.
Kontraindikasi Vasektomi :
Sebetulnya tidak ada kontraindikasi untuk vasektomi, hanya apabila ada kelainan local atau umum yang dapat mengganggu sembuhnya luka operasi, kelainan itu harus disembuhkan dahulu.
Komplikasi vasektomi antara lain :
Infeksi pada sayatan, rasa nyeri/sakit, terjadinya hematoma oleh karena perdarahan kapilar, epididimitis, terbentuknya granuloma.

2.4 Cara Pemasangan MOP
Mula-mula kulit skrotum di daerah operasi dibersihkan. Kemudian dilakukan anastesia local dengan larutan xilokain. Anastesia dilakukan di kulit skrotum dan jaringan sekitarnya di bagian atas, dan pada jaringan di sekitar vas deferens. Vas dicari dan stelah ditentukan lokasinya, dipegang sedekat mungkin di bawah kulit skrotum. Setelah itu, dilakukan sayatan pada kulit skrotum sepanjang 0,5 – 1 cm di dekat tempat vas deferens. Setelah vas kelihatan, dijepit dan dikeluarkan dari sayatan ( harus diyakinkan bahwa vas yang dikeluarkan itu ), vas dipotong sepanjang 1 – 2 cm dan kedua ujungnya diikat. Setelah kulit dijahit, tindakan diulangi pada sebelah yang lain.
Waktu pelaksanaan Vasektomi (MOP)
Tidak ada batasan usia, dapat dilaksanakan bila diinginkan. Yang penting sudah memenuhi syarat sukarela, bahagia, dan kesehatan.
Istri beresiko tinggi
Waktu pelaksanaan Vasektomi (MOP) di Rumah Sakit, puskesmas dan klinik KB. Hal-hal yang perlu dilakukan oleh calon peserta kontap pria adalah:
1. Tidur dan istirahat cukup
2. Mandi dan memebersihkan daerah sekitar kemaluan
3. Makan terlebih dahulu sebelum berangkat ke klinik
4. Datang ke klinik tempat operasi dengan pengantar
5. Jangan lupa membawa surat persetujuan isteri yang ditandatangani atau cap jempol

2.5 Perawatan Vasektomi ( MOP )
Perawatan setelah tindakan Vasektomi (MOP)
1. Istirahat selama 1-2 hari dan hindarkan kerja berat selama 7 hari.
2. Jagalah kebersihan dnegan membersihkan diri secara teratur dan jaga agarluka bekas operasi tidak terkena air atau kotoran.
3. Makanlah obat yang diberikan dokter secara teratur sesuai petunjuk.
4. Pakailah celana dalam yang kering dan bersih, dan jangan lupamenggantinya setiap hari.
5. Janganlah bersenggama bila luka belum sembuh. Boleh berhubungan seksual setelah tujuh hari setelah operasi.  Bila isteri tidakmenggunakan alat  kontrasepsi, senggama dilakuakn dengan memakai kondom sampai 3 bulan  setelah operasi.
Kegagalan vasektomi dapat terjadi oleh karena terjadi rekanalisasi spontan, gagal mengenal dan memotong vas deferens, tidak diketahui adanya anomaly vas deferens misalnya ada 2 vas di sebelah kanan atau kiri, koitus dilakukan sebelum kantong seminalnya betul-betul kosong.

BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
MOP ( Metode Operasi Pria ) merupakan Saluran benih tertutup, sehingga tidak dapat menyalurkan sperma. Vasektomi ialah usaha untuk mengikat (memotong) saluran sperma, sehingga sel mani laki-laki tidak dapat berfungsi. Pada dasarnya indikasi vasektomi ialah bahwa pasangan suami istri tidak menghendaki kehamilan lagi dan pihak suami bersedia bahwa tindakan kontrasepsi dilakukan pada dirinya.

3.2 Saran
Diharapkan agar masyarakat luas bisa membaca dan memahami dari makalah yang kami buat. Agar masyarakat tahu keuntungan dan kerugian dari pemakaian kontrasepsi semacam ini. Disamping itu masyarakat juga tahu cara kerja dari kontrasepsi ini.


Daftar Pustaka


Winkjosastro H. Ilmu Kandungan. Jakarta : pembahasan tentang metode operasi pada pria, 2009

MAKALAH ASKEB V (JAMPERSAL)


MAKALAH ASKEB V
(JAMPERSAL)







Disusun Oleh  :

Nama : Ike Nurjannah
Nim : 20101113
Kelas        : II.B
MK      : ASKEB V
Dosen MK      : Siti Fatimah.S,ST



AKADEMI KEBIDANAN PEMERINTAHAN 
KABUPATEN MUARA ENIM
TAHUN AKADEMIK 
2011-2012


KATA PENGANTAR

Dengan mengucapkan puji dan syukur atas kehadirat Allah SWT, karena berkat dan karuniannya jualah, kami dapat menyelesaikan makalah tentang “JAMPERSAL“ yang merupakan salah satu tugas dari dosen mata kuliah ASKEB V. Dalam penyusunan makalah ini, kami mengucapkan terima kasih kepada :
Ibu Hj. Rita Kamalia,S.Pd, selaku direktur Akbid Pemkab Muara Enim,
Ibu Hj. Eka Dewi Retnosari,S.SiT, selaku wali tingkat 2.B,
Ibu Siti Fatimah,S.ST, selaku Dosen mata kuliah.
Kami menyadari bahwa dalam penyeleasaian makalah ini tentunya masih banyak terdapat kekurangan dan kejanggalan, terutama sangat terbatasnya kemampuan yang kami miliki, karena itu kami mohon maaf dan mengharapkan kritik serta saran yang membangun untuk perbaikan dimasa yang  akan datang.
Harapan kami semoga makalah ini bermanfaat bagi pembaca, khususnya mahasiswi Akbid Pemkab Muara Enim.


         Muara Enim,    Maret 2012



  Penulis


DAFTAR ISI

Judul Makalah
Kata Pengantar ii
Daftar Isi iii

BAB I  PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
1.2 Rumusan Masalah
1.3 Tujuan Penulisan
1.4 Manfaat

BAB II  PEMBAHASAN 
2.1 Pengertian Jampersal
2.2 Tujuan Jampersal
2.3 Sasaran Jampersal
2.4 Manfaat Jampersal
2.5 Ruang Lingkup Pelayanan Jampersal

BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan
3.2 Saran
Daftar Pustaka


BAB 1
PENDAHULUAN


1.1 Latar Belakang
JAMPERSAL (Jaminan Persalinan) adalah jaminan pembiayaan pelayanan persalinan yang meliputi pemeriksaan kehamilan, pertolongan persalinan, pelayanan nifas termasuk pelayanan KB paska persalinan dan pelayanan bayi baru lahir. Yang kita tahu banyak sekali masyarakat yang kurang mampu untuk mendapatkan pelayanan kesehatan karena biaya yang cukup tinggi  apalagi didaerah pedesaan yang jauh dengan tempat Pelayanan Kesehatan seperti Rumah Sakit. Oleh karena itulah tidak jarang mereka sering terkena penyakit bahkan penyakit tersebut bisa sampai menahun dan mematikan.


1.2 Rumusan Masalah
Dari latar belakang di atas dapat disimpulkan rumusan masalah yang kami hadapi yaitu sebagai berikut:
a. Apa yang dimaksud dengan JAMPERSAl?
b. Apa Tujuan di adakannya JAMPERSAL?
c. Apa manfaat dari JAMPERSAL itu sendiri?
d. Dan apa saja Ruang Ligkup Pelayanan JAMPERSAL?


1.3 Tujuan
1. Untuk mengerti lebih jelas lagi tentang JAMPERSAL .
2. Untuk mengetahui apa manfaat serta tujuan dari JAMPERSAL tersebut.      .

Selain dari pada itu makalah ini juga ditujukan untuk menyelesaikan tugas yang diberikan oleh Dosen Pembimbing.


1.4 Manfaat

Manfaat bagi penulis :
1. Menambah daya kreativitas penulis. 
2. Menambah wawasan penulis tentang JAMPERSAL.

Manfaat bagi pembaca :
1. Menambah wawasan dan pengetahuan pembaca tentang JAMPERSAL.
2. Pembaca dapat memahami tentang Pelayanan JAMPERSAL itu sendiri.    .


BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian
Jaminan Persalinan (Jampersal) adalah jaminan pembiayaan yang digunakan untuk pemeriksaan kehamilan, pertolongan persalinan, pelayanan nifas termasuk pelayanan KB pasca persalinan dan pelayanan bayi baru lahir. Sasaran yang dijamin oleh Jaminan Persalinan adalah :Ibu Hamil, Ibu Bersalin, Ibu Nifas (sampai dengan 42 hari pasca melahirkan), Bayi Baru Lahir (sampai dengan usia 28 hari).
Pelayanan Persalinan Tingkat Pertama
Adalah pelayanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan yang berkompeten dan berwenang memberikan pelayanan pemeriksaan kehamilan, pertolongan persalinan, pelayanan nifas termasuk KB pasca persalinan, pelayanan bayi baru lahir, termasuk pelayanan persiapan rujukan pada saat terjadinya komplikasi (kehamilan, persalinan, nifas dan bayi baru lahir) tingkat pertama.
Pelayanan tingkat pertama dapat diberikan di : Puskesmas, Puskesmas PONED serta jaringannya, Polindes, Poskesdes, Fasilitas kesehatan swasta yang memiliki Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Tim Pengelola Kabupaten/Kota.
Jenis pelayanan Jaminan Persalinan di tingkat pertama meliputi Pemeriksaan Kehamilan, Pertolongan Persalinan Normal, Pelayanan Nifas, termasuk KB pasca persalinan, Pelayanan Bayi Baru Lahir, Penanganan komplikasi pada kehamilan, persalinan, nifas dan bayi baru lahir.
Pelayanan Persalinan Tingkat Lanjutan
Adalah pelayanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan spesialistik, terdiri dari pelayanan kebidanan dan neonatus kepada ibu hamil, bersalin, nifas dan bayi dengan resiko tinggi dan komplikasi, di rumah sakit pemerintah dan swasta yang tidak dapat ditangani pada fasilitas kesehatan tingkat pertama dan dilaksanakan berdasarkan rujukan, kecuali pada kondisi kedaruratan.
Jenis pelayanan Persalinan di tingkat lanjutan meliputi Pemeriksaan kehamilan dengan resiko tinggi (RISTI) dan penyulit, Pertolongan persalinan dengan RISTI dan penyulit yang tidak mampu dilakukan di pelayanan tingkat pertama, dan Penanganan komplikasi kebidanan dan bayi baru lahir di Rumah Sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan yang setara

2.2 Tujuan JAMPERSAL

Tujuan JAMPERSAL terdiri dari 2 tujuan, yaitu :
Tujuan Umum
Jaminan Persalinan mempunyai tujuan untuk menjamin akses pelayanan persalinan yang dilakukan oleh dokter atau bidan dalam rangka menurunkan AKI dan AKB.

Tujuan Khusus
1) Meningkatkan cakupan pemeriksaan kehamilan, pertolongan persalinan, dan pelayanan nifas ibu oleh tenaga kesehatan.
2) Meningkatkan cakupan pelayanan bayi baru lahir oleh tenaga kesehatan.
3) Meningkatkan cakupan pelayanan KB pasca persalinan.
4) Meningkatkan cakupan penanganan komplikasi ibu hamil, bersalin, nifas, dan bayi baru lahir.
5) Terselenggaranya pengelolaan keuangan yang efisien, efektif, transparan, dan akuntabel.


2.3 Sasaran JAMPERSAL
Jampersal memiliki sasaran yang ditujukan agar mendapatkan jaminan persalinan dengan baik, yaitu :
• Yang dijamin oleh Jaminan Persalinan adalah: Ibu hamil, Ibu bersalin, Ibu nifas (pasca melahirkan sampai 42 hari), Bayi baru lahir (0-28 hari).
• Yang dapat memperoleh pelayanan jaminan persalinan adalah seluruh ibu hamil yang belum mempunyai jaminan kesehatan.
Kebijakan Operasional
1) Pengelolaan Jaminan Persalinan di setiap jenjang pemerintahan (pusat, provinsi, dan kabupaten/ kota) menjadi satu kesatuan dengan pengelolaan Jamkesmas dan Bantuan Operasional Kesehatan (BOK).
2) Pengelolaan kepesertaan Jaminan Persalinan merupakan perluasan kepesertaan dari program Jamkesmas yang mengikuti tata kelola kepesertaan dan manajemen Jamkesmas, namun dengan kekhususan dalam hal penetapan pesertanya.
3) Peserta program Jaminan Persalinan adalah seluruh sasaran yang belum memiliki jaminan persalinan.
4) Peserta Jaminan Persalinan dapat memanfaatkan pelayanan di seluruh jaringan fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama dan tingkat lanjutan (Rumah Sakit) di kelas III yang memiliki Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Tim Pengelola Jamkesmas dan BOK Kabupaten/Kota.
5) Pelaksanaan pelayanan Jaminan Persalinan mengacu pada standar pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA).
6) Pelayanan Jaminan Persalinan diselenggarakan dengan prinsip Portabilitas, Pelayanan terstruktur berjenjang berdasarkan rujukan.
7) Untuk pelayanan paket persalinan tingkat pertama di fasilitas kesehatan pemerintah (Puskesmas dan Jaringannya) didanai berdasarkan usulan POA Puskesmas.
8) Untuk pelayanan paket persalinan tingkat pertama di fasilitas kesehatan swasta dibayarkan dengan mekanisme klaim. Klaim persalinan didasarkan atas tempat (lokasi wilayah) pelayanan persalinan dilakukan.

2.4 Manfaat JAMPERSAL
Manfaat Jaminan Persalinan
1) Pemeriksaan kehamilan ante natal care (ANC), pertolongan persalinan, pemeriksaan post natal care (PNC) oleh tenaga kesehatan di faskes pemerintah (puskesmas dan jaringannya) dan faskes swasta yang tersedia fasilitas persalinan (Klinik/Rumah Bersalin, Dokter Praktik, Bidan Praktik) dan yang telah menandatangani Perjanjian Kerja Sama(PKS) dengan Tim Pengelola Jamkesmas Kabupaten/Kota
2) Pemeriksaan kehamilan dengan resiko tinggi dan persalinan dengan penyulit dan komplikasi dilakukan secara berjenjang di Puskesmas dan Rumah Sakit berdasarkan rujukan.


2.5 Ruang Lingkup Pelayanan JAMPERSAL

1.Pelayanan tingkat pertama
•Diberikan oleh tenaga kesehatan berkompeten dan berwewenang
•Diberikan di Puskesmas dan puskesmas PONED serta jaringannya termasuk polindes/Poskesdes dan fasilitas kesehatan swasta yang memiliki Perjanjian Kerja sama.
•Jenis Pelayanan:
- ANC 4 kali
- Persalinan normal
- Pelayanan nifas normal 3 kali, termasuk KB pasca persalinan
- Pelayanan BBL

Tambahan untuk Puskesmas mampu PONED
•Pemeriksaan kehamilan pada kehamilan risti
•Pelayanan pasca keguguran
•Persalinan pervaginam dengan tindakan emergensi dasar
•Pelayanan nifas dengan tindakan emergensi dasar
•Pelayanan BBL dengan tindakan emergensi dasar

2.Pelayanan tingkat lanjutan
•Diberikan oleh tenaga kesehatan spesialistik
•Dilaksanakan di fasilitas perawatan kelas III RS Pemerintah atau Swasta yang memiliki Perjanjian Kerjasama.
•Pelayanan diberikan berdasarkan rujukan , kecuali pada kondisi kedaruratan
•Jenis Pelayanan meliputi:
- Pemeriksaan rujukan kehamilan pada kehamilan risti
- Penanganan rujukan pasca keguguran
- Penanganan KET
- Persalinan dengan tindakan emergensi komprehensif
- Pelayanan nifas dengan tindakan emergensi komprehensif
- Pelayanan BBL dengan tindakan emergensi komprehensif
- Pelayanan KB pasca Persalinan


BAB III
PENUTUP


3.1 Kesimpulan
Memang, untuk mewujudkan jampersal sebagai tali perekat nasionalisme kita, masih butuh waktu untuk merencanakan dengan lebih baik, sistem pencairan yang cepat dan akurat, serta didukung para pelaksana yang profesional dan jiwa patriotik yang tinggi. Bila ada jiwa patriotik yang tinggi dari para perencana dan pelaksana, tentu akan menghilangkan hambatan kesulitan merencanakan yang baik. Bagi pelaksana juga dapat mengalahkan imbalan yang diterima, walau tak seberapa. Semangat untuk membantu dan kerja secara progesional akan tetap terjaga. Sebagai salah satu nasionalisme bidang kesehatan yang sebenarnya. Yakni: Nasionalisme Jampersal. 

3.2 Saran
Untuk pembaca :
Di harapkan kritik dari pembaca agar dalam pembuatan makalah selanjutnya bisa lebih baik lagi

Untuk penulis :
Diharapkan penulis mampu meningkatkan kreatifitas dalam pembuatan makalah ataupun karya tulis serta dapat menarik minat pembaca.


DAFTAR PUSTAKA


Email : biakes2009@yahoo.com
http://bidandhila.blogspot.com/2011/11/jampersal.html
http://news.freepicker.com/article/makalah-jampersal